Arsip Blog

Tampilkan postingan dengan label tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tips. Tampilkan semua postingan

6 Langkah Untuk Meningkatkan Kecerdasan Anak Balita

Written By khoiron h on 13 Sep 2012 | 06.28


Setiap orang tua pasti mendambakan anaknya memiliki otak yang cerdas dan pintar. Namun tahukah Anda bahwa kepintaran banyak dipengaruhi oleh lingkungan si kecil?

Selain dengan belajar di sekolah, ada beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan tingkat kecerdasan si kecil. Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membuat anak menjadi lebih pintar, seperti dikutip dari MSNNews.

1. Pemberian ASI
ASI merupakan makanan otak yang paling dasar. Peneliti secara konsisten terus menunjukkan berbagai macam keuntungan ASI yang behubungan dengan pertumbuhan bayi. Anak yang mengkonsumsi ASI eksklusif akan memiliki tingkat kepintaran yang lebih tinggi dibandingkan dengan anak yang mengkonsumsi ASI hanya beberapa bulan saja.

2. Bermain permainan yang berpikir
Catur, teka-teki silang dan sudoku selain menyenangkan juga mendukung strategi berpikir anak-anak, bagaimana cara menyelesaikan masalah, dan membuat keputusan yang kompleks.

3. Bermain musik
Bermain musik selain menyenangkan juga bisa merangsang pertumbuhan otak kanan. Menurut sebuah studi di Universitas Toronto, diadakannya pelajaran musik bisa memberikan keuntungan dalam meningkatkan IQ anak dan performa akademisnya. Semakin lama waktu yang digunakan untuk bermain musik maka efek yang dihasilkan juga semakin besar.

4. Membiasakan berolahraga
Para peneliti di Universitas Illinois menunjukkan hubungan yang kuat antara kebugaran dan prestasi akademik di antara anak-anak sekolah dasar. Semakin bugar badan sang anak maka kemampuan dalam menerima pelajaran juga meningkat. Sebaiknya mendorong anak untuk terlibat dalam aktivitas fisik atau organisasi olahraga tertentu sesuai dengan minat anak.

5. Menyingkirkan makanan siap saji
Mengurangi asupan gula, lemak trans dari makanan siap saji dan menggantinya dengan makanan bergizi tinggi yang baik untuk perkembangan mental anak usia dini serta berfungsi dalam perkembangan motorik anak pada usia 1-2 tahun pertama. Contohnya anak-anak memerlukan zat besi untuk perkembangan jaringan otak yang sehat, anak yang kekurangan zat besi akan lambat dalam menerima rangsangan.

6. Memberikan sarapan yang sehat
Para peneliti meyakinkan bahwa mengonsumsi sarapan yang sehat akan meningkatkan memori dan konsentrasi anak dalam belajar. Anak-anak yang tidak dibiasakan sarapan cenderung lebih mudah marah dan kurang konsentrasi pada waktu belajar, sementara anak yang sarapan akan tetap fokus dan bergerak selama jam sekolah.

Oleh: Eya Ekasari – wolipop
06.28 | 0 komentar | Read More

Cara Makan rosull yg bikin sehat

Written By khoiron h on 22 Apr 2011 | 19.59











Rupanya tanpa kita sadari, dalam makanan yang kita makan sehari-hari, kita tak boleh sembarangan. Hal inilah penyebab terjadinya berbagai penyakit antara lain penyakit kencing manis, lumpuh, sakit jantung, keracunan makanan dan lain-lain penyakit.
Rasullulah tak pernah sakit perut sepanjang hayatnya karena pandai menjaga makanannya sehari-hari. Ternyata Beliau mempunyai beberapa pola makan, yang dianggap berimbas kepada kesehatan Beliau. Pola makan Rasulullah ini dikenal dengan diet ala Rasullullah. Apabila menerapkan pola makan seperti ini, Insya Allah anda takkan menderita sakit perut ataupun keracunan makanan.
Ustaz Abdullah Mahmood mengungkapkan, Rasullulah tak pernah sakit perut sepanjang hayatnya karena pandai menjaga makanannya sehari-hari. Berikut Adalah kebiasaan beliau yang tak pernah dilewatkan:
1. Tidak makan SUSU bersama DAGING
2. Tidak makan DAGING bersama IKAN
3. Tidak makan IKAN bersama SUSU
4. Tidak makan AYAM bersama SUSU
5. Tidak makan IKAN bersama TELUR
6. Tidak makan IKAN bersama DAUN SALAD
7. Tidak makan SUSU bersama CUKA
8. Tidak makan BUAH bersama SUSU
9. Jangan Makan buah-buahan setelah makan Nasi, SEBALIKNYA Makanlah buah-buahan terlebih dahulu, kemudian makan Nasi.
10. Tidak Tidur setelah Makan, Lakukan aktifitas terlebih dahulu agar makanan bisa dicerna sebelum tidur.
11. Tidak makan malam setelah shalat Isya, karena akan mengakibatkan kolesterol bertambah, Pada saat malam Rasul terkadang makan Sayuran.
12. Tidak makan makanan darat bercampur dengan makanan laut.
Nabi pernah mencegah kita makan ikan bersama susu. karena akan cepat mendapat penyakit. Ini terbukti oleh ilmuwan yang menemukan bahwa dalam daging ayam mengandung ion+ sedangkan dalam ikan mengandung ion-, jika dalam makanan kita ayam bercampur dengan ikan maka akan terjadi reaksi biokimia yang akan dapat merusak usus kita.
Bagi anda yang bermasalah dengan badan gemuk, Lakukan MANDI PAGI SEBELUM SUBUH atau sekurang kurangnya sejam sebelum matahari terbit. Air sejuk yang meresap ke dalam badan dapat mengurangi penimbunan lemak. Kita bisa lihat orang yang mandi pagi kebanyakan badannya tidak gemuk.
Maha Besar Allah Yang Telah Mengutus Rasulnya Dengan Membawa Kebenaran.
Sebagaimana Rasulullah SAW mencontohkan cara makan, beliau juga memberikan teladan tentang cara minum. Cara Rasulullah SAW minum adalah sebagai berikut:
  1. Berniat minum karena ibadah kepada Allah SWT;
  2. Memulai minum dengan basmalah: “Bismillah“;
  3. Minumlah dengan tangan kanan;
  4. Tidak bernafas dan meniup air minum di dalam wadah;
  5. Beliau bernafas 3 kali ketika minum. Hembusan nafasnya di luar gelas;
  6. Tidak minum langsung dari teko/ceret;
  7. Dianjurkan lebih minum dalam keadaan duduk (walaupun dalam keadaan berdiri juga diperbolehkan);
  8. Menutup tempat minuman pada malam hari;
  9. Bersyukurlah dengan minuman yang ada dan tidak boleh mencelanya;
  10. Ucapkan hamdalah, “Alhamdulillah“, setelah minum.

19.59 | 0 komentar | Read More

JANGAN SEPELEKAN KESEMUTAN!

Written By khoiron h on 20 Apr 2011 | 05.02




 






 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
Kesemutan kerap diabaikan. Padahal, bisa jadi itu
gejala awal carpal tunnel syndrome. Dan ternyata,
kebanyakan penderitanya perempuan, lo. Merajut pun
"dituding" sabagai salah satu pemicunya.
 
Coba ingat-ingat, seringkah Anda merasa kesemutan di
salah satu tangan atau jemari Anda? Atau rasa- baal
serta ngilu di bagian pergelangan? Jika jawabannya
"sering", Anda perlu waspada. Jangan-jangan, Anda
mengidap carpal tunnel syndrome (CTS).
 
Sekilas, namanya memang terasa "berat," padahal
sebetulnya ini adalah nama lain sindroma terowongan
karpal, yang tak lain adalah rasa nyeri di
pergelangan, tangan, dan pundak, akibat adanya tekanan
pada saraf medianus dalam terowongan karpal (letaknya
di pergelangan tangan).
 
 
Sekadar info, saraf di lengan kita ada tiga jenis.
Yaitu radialis yang letaknya di bagian atas, medianus
di tengah, serta ulnaris yang di bawah. Saraf medianus
agak spesifik, karena secara anatomis berjalan di
bagian tengah lengan, melewati terowongan (tunnel) di
daerah karpal di telapak, kemudian menuju jari-jari
tangan.
 
CTS akan terjadi jika saraf medianus terjepit di
terowongan karpal. Efek yang biasa dirasakan penderita
adalah rasa nyeri pada jemari, kesemutan, rasa baal
(mati rasa) pada telapak tangan dan jemari.
"Kadang-kadang ada rasa panas (burning sensation), dan
otot-otot di sekitarnya mengecil," ujar DR. dr. A.
Bambang Darwono, Sp.B, Sp.OT.
 
Biasanya, awalnya penderita CTS akan mengalami sulit
tidur, karena terganggu rasa nyeri pada tangan atau
pergelangan. "Bisa juga rasa nyeri akan timbul ketika
si penderita berada di ruang berpendingin udara." Rasa
ngilu dan nyeri ini bisa segera dihilangkan dengan
cara menggerak-gerakkan tangan, supaya aliran darah di
pembuluh darah disekitar terowongan kembali normal.
 
Namun, jika dibiarkan berlarut-larut, kerusakan saraf
akan semakin parah. Malah ujung-ujungnya, tangan kita
tidak lagi bisa berfungsi normal.
 
KEBANYAKAN PEREMPUAN
Yang mengejutkan, perempuan ternyata lebih mudah
terkena CTS. "Risiko perempuan terkena CTS lima kali
lebih besar dibandingkan pria. Umumnya terjadi pada
usia 30 - 60 tahun," urai Bambang. "Jumlah
penderitanya cenderung meningkat dari tahun ke tahun,
dan usianya cenderung semakin muda." Salah satu
penelitian di Amerika menyebutkan, saat ini CTS
mengincar penderita usia 25-34 tahun.
 
CTS mengincar orang yang banyak melakukan pekerjaan
dengan tangan. "CTS banyak sekali diderita oleh mereka
yang jenis pekerjaannya menuntut jari dan pergelangan
tangan bergerak secara ritmis dan terus menerus.
Misalnya mengetik atau data entry. Bahkan, para ibu
yang sering merajut juga berisiko tinggi terkena CTS,"
imbuh Bambang. Pekerjaan rumah tangga juga banyak yang
berisiko tinggi menyebabkan CTS. Misalnya saja menyapu
dan mengulek bumbu.
 
Menurut Kepala Departemen Rehabilitasi Medik RS Gatot
Soebroto ini, gerakan-gerakan yang dilakukan terus
menerus dalam jangka waktu lama tersebut menyebabkan
stres pada jaringan di sekitar terowongan karpal,
sehingga jaringan tersebut mengalami degenerasi, dan
menyebabkan saluran terowongan menjadi sempit.
 
Selain disebabkan jenis pekerjaan tertentu, CTS juga
bisa diakibatkan oleh penyakit lain. Misalnya diabetes
dan kelainan tyroid. "Umumnya, pasien yang menderita
CTS gara-gara penyakit lain seperti ini, pengobatan
akan difokuskan ke penyakit yang mendasarinya terlebih
dahulu, baru CTS-nya. Jika setelah diobati tetap
gagal, barulah dilakukan operasi," tutur Bambang.
 
CTS juga kerap diderita oleh ibu hamil. "Karena
perubahan hormonal, cairan tubuh lebih banyak, dan
menyebabkan bengkak. Ini bisa pula menyebabkan CTS."
Namun, para ibu tak perlu khawatir, karena CTS yang
terjadi selama kehamilan biasanya langsung hilang
seiring dengan lahirnya bayi
 
2. Penyebab Carpal Tunnel Syndrome pada kehamilan
Oka, 25 Nov 2004 13:11:03 WIB
Dokter Ferry Yth. Saya sdg hamil anak pertama dan sdh
memasuki usia 33 minggu kehamilan. Baru seminggu
terakhir ini saya merasakan kesemutan yang agak parah
di jari2 tangan kanan saya (kecuali kelingking).
Terjadinya terutama di malam hari dan di pagi hari
karena sakitnya sampai saya kesulitan melakukan
aktivitas yg menggunakan tangan. Sampai hari ini saya
masih merasa kesemutan. Terakhir saya kontrol (Sabtu,
20 Nov), total kenaikan berat badan saya baru 7 kg,
dan tensi hanya 90/70. Saya baru cek gula darah dan
hasilnya 93 (Nilai normal < 180). Dari informasi yg
saya cari2 di internet kemungkinan saya terkena Carpal
Tunnel Syndrome (CTS) karena indikasinya mirip sekali.
Yang ingin saya tanyakan dok, kenapa bisa terjadi
pembengkakan saluran carpal ini pada saat hamil ?
Mungkin tidak ada hubungannya, tapi sebagai tambahan
informasi, pergelangan kaki saya juga agak bengkak
sedikit, tapi selalu berusaha saya atasi dengan minum
air minimal 2 lt sehari dan mengangkat kaki selama
tidur. Saya juga selalu berusaha tidur miring ke kiri
krn katanya posisi tidur spt ini adalah yg terbaik utk
aliran makanan ke janin. Tapi semakin lama saya tidur
miring, semakin parah kesemutan tangan kanan saya.
Tangan kiri juga sedikit bermasalah dengan kesemutan
ini. Saya juga minum suplemen B complex (B1, B2, B6,
B12, dll), dan suplemen omega 3 dg tujuan mengurangi
pembengkakan saluran syaraf tsb. Apakah ada nutrisi
lain yg bisa membantu ? Terimakasih banyak sebelumnya
dok. Salam, Oka
 

CARPAL TUNNEL SYNDROME, yg diakibatkan oleh karena
penekanan khususnya nervus medianus yang mempersarafi
jari telunjuk, tengah dan jari manis. Keluhan ini
sering muncul pada ibu hamil. Berdasarkan hasil
penelitian sebesar 2,3% saja yang ditemukan mengalami
gejala ini dari 2400 ibu hamil. Gejala ini 80%
biasanya menyerang kedua tangan. Gejala ini biasanya
sembuh sendiri setelah melahirkan, tetapi bila keluhan
terasa cukup mengganggu diperlukan pengobatan. Bila
keluhan parah sekali baru dipikirkan untuk dilakukan
tindakan operasi. Pada kasus ibu ini, saya sarankan
cukup dengan mengkonsumsi vitamin neurotropik seperti
yg sudah ibu makan yaitu vitamin B kompleks ditambah
dengan bila ada nyeri sekali minum obat penghilang
nyeri seperti parasetamol 500 mg (Panadol) atau asam
mefenamat (Ponstan) yang dijual bebas di apotik. Atau
bisa juga dengan pengurutan di daerah pergelangan
tangan dengan diberi minyak hangat. Nutrisi lain yg
bisa membantu, saya rasa cukup vitamin itu tadi, bisa
juga dengan megkonsumsi Neurobion 3x1 tab yang juga
dijual bebas di apotik2 selama 2 minggu. Demikian,
terima kasih. (dr Ferry SpOG, RSIA EVASARI, Jkt)
 

05.02 | 0 komentar | Read More

Hati-hati Jika Alami Kesemutan

Written By khoiron h on 19 Apr 2011 | 03.35









Hampir semua orang pernah mengalami apa yang disebut kesemutan atau kebas. Kalau sudah kesemutan, biasanya akan terasa kebal, ngilu, walau akan berangsur-angsur hilang jika kita mulai menggerak-gerakkan bagian tubuh yang kesemutan tersebut.
Banyak orang yang menganggap enteng gejala kesemutan ini. Mungkin karena gejalanya yang kadang datang, lebih banyak tidak. Mudah datang, mudah pula hilang.

Tetapi kesemutan patut diwaspadai jika kesemutan itu terjadi di satu bagian tubuh. Kemudian menjalar ke bagian tubuh lain di sekitarnya, dan kemudian memperburuk fungsi-fungsi tubuh lainnya, bisa jadi itu adalah manifestasi tumor di bagian depan otak. Sebuah penyakit amat serius dengan gejala awal sepele.
Dalam bahasa medis, kesemutan sering disebut sebagai parestesia. Suatu sensasi yang dirasakan tanpa ada stimulus dari luar. Sensasi Parestesi ini tidak hanya rasa ‘kesemutan’, namun bisa juga rasa panas, rasa seperti tertusuk-tusuk, ‘greyengan’. Rasa Kesemutan dapat dirasakan di tangan, kaki di muka, maupun di seluruh bagian tubuh kita.

Pada dasarnya kesemutan merupakan suatu gejala manifestasi dari gangguan sistem saraf sensorik akibat rangsang listrik di sistem itu tidak tersalur secara penuh dengan sebab macam-macam. Yang paling sederhana, misalnya, jalan darah tertutup akibat satu bagian tubuh tertentu ditekuk terlalu lama.
Kesemutan yang tidak disertai gejala-gejala lain biasanya menandakan adanya gangguan pada reseptor di kulit atau pada cabang-cabang saraf tepi. Namun kita mesti lebih waspada jika ada gejala lain di luar kesemutan. Bukan hanya kelumpuhan, kesemutan bisa juga disertai gangguan penglihatan, pendengaran, gabungan keduanya, atau lainnya.
Beberapa gangguan kesehatan serius yang ditandai gejala kesemutan, antara lain:

Radang sumsum tulang belakang (myelitis)

Terjadi pada orang dewasa, kadang-kadang gejala kesemutan didahului oleh flu berat. Kesemutan yang dirasakan akan menghebat, naik dari ujung jari kaki sampai ke pusar (perut tengah). Gejalanya berkembang menjadi rasa tebal di permukaan kulit. Setelah fase ini, penderita akan mengalami kesulitan berjalan. Ini adalah gejala radang sumsum tulang belakang, yang terjadi karena serangan virus bernama cytomegalovirus (CMV).
Penderita menjadi tidak bisa mengontrol buang air kecil. Buang air besar pun sulit. Penyakit ini dapat disembuhkan total, dapat pula cuma sembuh sebagian, tetapi ada juga yang sampai lumpuh.

Diabetes mellitus atau kencing manis

Pada penderita diabetes, kesemutan adalah gejala kerusakan pembuluh-pembuluh darah. Akibatnya, darah yang mengalir di ujung-ujung syaraf berkurang. Gejala yang dirasakan biasanya telapak kaki terasa tebal, kadang-kadang panas, dan kesemutan di ujung jari terus-menerus. Kemudian disertai rasa nyeri yang menikam, seperti ditusuk-tusuk di ujung telapak kaki, terutama pada malam hari. 

Carpal Tunnel Syndrome (CTS)


Kesemutan yang menyerang ujung jari, biasanya tangan kanan, dan kemudian berkembang menjadi rasa tebal, saat digunakan beraktivitas, adalah gejala CTS. Gejala kesemutan ini berkaitan dengan rongga di pergelangan tangan (karpal) yang mengalami pembesaran otot-otot sehingga menekan saraf yang melewati terowongan tersebut. CTS bisa menjadi gangguan lebih serius bila didiamkan cukup lama, misalnya 1 - 2 tahun.
Pada tahap ini tekanan otot sudah mengganggu aliran darah ke tangan, dengan akibat otot-otot yang mengalami kekurangan nutrisi akan mengecil, dan melemahkan otot.

Jantung

Pada penderita sakit jantung, kesemutan dapat juga timbul karena komplikasi jantung dan sarafnya. Yang terjadi misalnya, si penderita menjalani operasi pemasangan klep jantung. Saat pemasangan, ada bekuan darah menempel, yang kemudian terbawa aliran darah ke atas, dan menyumbat salah satu pembuluh darah di otak. Bila sumbatan di otak itu kebetulan mengenai daerah yang mengatur sistem sensorik, si penderita akan merasakan kesemutan sebelah. Bila daerah yang mengatur sistem motorik juga terkena, kesemutan akan menjadi kelumpuhan.
Rematik
Rematik juga menimbulkan kesemutan atau rasa tebal. Gejala kesemutan karena rematik akan hilang bila rematik sembuh.

Pengobatan :

Pengobatan yang diberikan sesuai penyakit yang mendasarinya.
Sebagai contoh : bila kesemutan terjadi pada penderita diabetes (Neuropati diabetik), maka pengobatan dilakukan dengan pengontrolan gula darah disertai obat-obatan yang bersifat neurotropik dan juga vitamin B.
Namun bila kesemutan disebabkan oleh penekan saraf maka pengobatan harus dilakukan dengan modifikasi gerakan tubuh, pemberian neurotropik, dan mungkin pada kasus yang berat dipertimbangkan uuntuk operasi.
Perlu diingat, bila kesemutan akibat penyakit stroke maka pengobatan harus segera dilakukan, misal pada stroke akibat sumbatan maka pasien harus diberikan obat pengencer darah maupun pengaturan faktor risiko strokenya seperti hipertensi dan kholesterol.(berbagai sumber/Ijs)

03.35 | 0 komentar | Read More

Penyebab Pegal dan linu pada Tangan

Written By khoiron h on 18 Apr 2011 | 02.58

Di antara anggota tubuh manusia yang paling aktif adalah tangan. Tangan
mempunyai banyak fungsi dan kegunaan. Tapi dibalik itu, tangan paling banyak mengalami
beban stres fisik, sehingga sering kelelahan dan cedera. Tangan manusia merupakan bagian
tubuh yang paling banyak bergerak dibanding bagian tubuh lain, baik untuk melakukan
aktivitas sehari-hari seperti pekerjaan rumah tangga maupun pada saat bekerja seperti
menulis, mengetik, menggunakan komputer, melukis, bermain musik, atau berolahraga.
Banyak ibu rumah tangga yang mengeluhkan rasa kaku dan kesemutan pada jari-jari tangan,
apalagi setelah Hari Raya dan pembantu pulang kampung. Gangguan ini dikenal sebagai
sindroma terowongan karpal (carpal tunnel syndrome). Ini terjadi akibat penggunaan
pergelangan tangan yang berlebihan, sehingga menimbulkan pembengkakan pada terowongan
karpal di pergelangan tangan, yang selanjutnya menekan saraf medianus.
Gejalanya mula-mula terasa tebal dan kesemutan pada jempol sampai jari manis (kecuali
kelingking). Lama kelamaan dapat disertai melemahnya otot-otot jari tangan. Hal ini sering
dialami ibu hamil, pekerja komputer, pemain musik (piano), dan penderita rematik.
Keluhan yang biasanya akan hilang bila kita mengistirahatkan pergelangan tangan selama
sekitar 2 minggu. Kalau keluhan ini menetap, sebaiknya segera ke dokter. Mungkin
dibutuhkan pemeriksaan EMG (Elektromiografi) untuk memastikan ada tidaknya gangguan
pada saraf medianus yang menjadi penyebab keluhan itu.
Cedera pada tangan juga kerap terjadi akibat tangan terlalu sering digunakan, misalnya
berupa memar dan robekan pada tendo otot-otot jari tangan, sendi jari terkilir. Hal ini sering
mengakibatkan keluhan di kemudian hari seperti rasa kaku, pegal linu, dan nyeri pada jari-jari
tangan atau pergelangan tangan.
Ada lagi keluhan menahun yang sering dialami yang dikenal dengan nama 'Trigger Finger',
yaitu saat kita dapat menekuk jari tetapi tidak bisa meluruskannya kembali. Hal ini terjadi
akibat adanya pengapuran pada tendo otot jari tangan yang menghambat pergerakan tangan
pada saat jari diluruskan.
Keadaan ini sering dialami orang yang aktivitasnya banyak memfleksikan jari tangan, seperti
mengepal, memegang dengan kuat (pekerjaan rumah tangga, pemain tenis, bulutangkis, golf,
apalagi yang sering cedera akibat grounding). Keluhan ini bisa disembuhkan hanya dengan
latihan ekstensi jari tangan, menarik dan pijat jari tangan.
Namun, bila tidak juga hilang, diperlukan obat dan mungkin dibutuhkan suntikan infiltrasi
pada tendo yang terganggu, fisioterapi. Bila tidak berhasil, mungkin Anda perlu menjalani
pembedahan. Tangan paling disenangi penyakit radang sendi seperti osteoartritis, rheumatoid
arthritis, dan gout (artritis akibat asam urat). Biasanya tampak pembengkakan pada jari
tangan, warna merah, timbul rasa panas dan nyeri jika digerakkan atau disentuh.
Bila keadaan ini terjadi, Anda perlu berkonsultasi ke dokter, mungkin dibutuhkan obat
antinyeri atau obat antlinflamasi untuk menghilangkan nyerinya. Bila tidak berhasil, mungkin
Anda harus menjalani pemeriksaan laboratorium dan rontgen untuk memastikan jenis dan
penyebab gangguan rematik ini.
Ada pula kebalikan dari keadaan di atas, misalnya pada orang usia lanjut yang tidak
melakukan aktivitas, lumpuh akibat stroke, dan orang yang mengalami patah tulang lengan.
Mereka sering enggan menggerakkan tangannya, sehingga otot-otot akan memendek, kaku,
disertai sendi yang kontraktur. Keadaan ini akan mengakibatkan keluhan kaku dan nyeri pada
tangan. Untuk itu aktifkanlah tangan Anda dan ingatlah, '
02.58 | 0 komentar | Read More