Arsip Blog

Tampilkan postingan dengan label Bayi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bayi. Tampilkan semua postingan

6 Langkah Untuk Meningkatkan Kecerdasan Anak Balita

Written By khoiron h on 13 Sep 2012 | 06.28


Setiap orang tua pasti mendambakan anaknya memiliki otak yang cerdas dan pintar. Namun tahukah Anda bahwa kepintaran banyak dipengaruhi oleh lingkungan si kecil?

Selain dengan belajar di sekolah, ada beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan tingkat kecerdasan si kecil. Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membuat anak menjadi lebih pintar, seperti dikutip dari MSNNews.

1. Pemberian ASI
ASI merupakan makanan otak yang paling dasar. Peneliti secara konsisten terus menunjukkan berbagai macam keuntungan ASI yang behubungan dengan pertumbuhan bayi. Anak yang mengkonsumsi ASI eksklusif akan memiliki tingkat kepintaran yang lebih tinggi dibandingkan dengan anak yang mengkonsumsi ASI hanya beberapa bulan saja.

2. Bermain permainan yang berpikir
Catur, teka-teki silang dan sudoku selain menyenangkan juga mendukung strategi berpikir anak-anak, bagaimana cara menyelesaikan masalah, dan membuat keputusan yang kompleks.

3. Bermain musik
Bermain musik selain menyenangkan juga bisa merangsang pertumbuhan otak kanan. Menurut sebuah studi di Universitas Toronto, diadakannya pelajaran musik bisa memberikan keuntungan dalam meningkatkan IQ anak dan performa akademisnya. Semakin lama waktu yang digunakan untuk bermain musik maka efek yang dihasilkan juga semakin besar.

4. Membiasakan berolahraga
Para peneliti di Universitas Illinois menunjukkan hubungan yang kuat antara kebugaran dan prestasi akademik di antara anak-anak sekolah dasar. Semakin bugar badan sang anak maka kemampuan dalam menerima pelajaran juga meningkat. Sebaiknya mendorong anak untuk terlibat dalam aktivitas fisik atau organisasi olahraga tertentu sesuai dengan minat anak.

5. Menyingkirkan makanan siap saji
Mengurangi asupan gula, lemak trans dari makanan siap saji dan menggantinya dengan makanan bergizi tinggi yang baik untuk perkembangan mental anak usia dini serta berfungsi dalam perkembangan motorik anak pada usia 1-2 tahun pertama. Contohnya anak-anak memerlukan zat besi untuk perkembangan jaringan otak yang sehat, anak yang kekurangan zat besi akan lambat dalam menerima rangsangan.

6. Memberikan sarapan yang sehat
Para peneliti meyakinkan bahwa mengonsumsi sarapan yang sehat akan meningkatkan memori dan konsentrasi anak dalam belajar. Anak-anak yang tidak dibiasakan sarapan cenderung lebih mudah marah dan kurang konsentrasi pada waktu belajar, sementara anak yang sarapan akan tetap fokus dan bergerak selama jam sekolah.

Oleh: Eya Ekasari – wolipop
06.28 | 0 komentar | Read More

Lebih Memahami Bayi Sungsang dan Cara Mengatasinya

Written By khoiron h on 13 Des 2011 | 01.01

Walau terdengar cukup familiar, bagi ibu yang mengalami kondisi ini tetap saja terasa mengkhawatirkan. Ternyata, terdapat berbagai faktor penyebab terjadinya sungsang. Jangan terlampau khawatir jika dokter mengatakan bahwa kondisi kehamilan Anda saat ini sungsang. Sepanjang kandungan Anda belum memasuki bulan ke-9, keadaan tersebut masih terbilang normal. Mungkin beberapa pengetahuan ini bermanfaat bagi anda :

Apa Itu Sungsang ?“Sungsang adalah kondisi letak bayi memanjang dengan kepala di bagian atas rahim sementara bokong bayi di bagian bawah,” katanya. Jadi jangan terburu panik.

Posisi sungsang, posisi janin memanjang dengan kepala di bagian atas rahim dan bokongnya ada di bagian bawah, tergolong sebagai kelainan letak janin. Kondisi ini biasanya sudah terdekteksi saat kehamilan memasuki trimester kedua. Jika situasi ini terjadi pada saat kehamilan masih berusia di bawah 9 bulan maka masih dikategorikan sebagai sesuatu yang normal.

Salah satu indikasi awam adalah kandungan yang terasa penuh di bagian atas dengan gerakan janin terasa lebih banyak di bagian bawah. Namun, tentu saja untuk memastikannya Anda perlu memeriksakan kehamilan pada dokter. Lebih jauh, bahwa sungsang dapat terjadi pada ibu hamil manapun tanpa bisa dicegah. “Ini merupakan proses adaptasi bayi terhadap rahim”.

Jika kondisi ini terjadi pada kehamilan Anda, maka jangan buru-buru panik. Asalkan usia kandungan masih di bawah 32 minggu maka si kecil dalam perut masih bisa dikembalikan pada posisi normal kok.

Mengapa bisa sungsang ? Penyebabnya ada dua, yaitu faktor janin dan ibu sendiri. Dari segi janin, mungkin karena ukurannya lebih kecil dibandingkan dengan ruangan rahim ibu. Akibatnya, janin bebas berputar, baik ke atas maupun ke bawah. Di Indonesia, bila berat bayi di bawah 3 kg dan ibunya telah beberapa kali melahirkan, ada kemungkinan akan menjadi sungsang.

Sebaliknya, bila si bayi terlalu besar dan posisi kepala masih di atas. Pada saat kepala akan melewati panggul menuju posisi normal, akhirnya terpental kembali karena ruangan panggul ibu terlalu sempit sehingga kepala bayi sulit berputar ke arah bawah.

Pada kasus bayi kembar, kemungkinan sungsang menjadi lebih besar sebab janin yang kepalanya berputar ke arah bawah lebih dulu akan membuat rongga panggul ibu susah dilalui janin kembarannya. Maka, pada bayi kembar, posisi salah satu janinnya sungsang.

Sedangkan faktor ibu, antara lain karena bentuk rahim yang tidak normal, air ketuban yang terlalu banyak, adanya tumor, plasenta di bawah, dan lainnya.

Penyebab Lain 

1. Bobot janin relatif rendah. 
Hal ini mengakibatkan janin bebas bergerak. Ketika menginjak usia 28-34 minggu kehamilan, berat janin makin membesar, sehingga tidak bebas lagi bergerak. Pada usia tersebut, umumnya janin sudah menetap pada satu posisi. Kalau posisinya salah, maka disebut sungsang.

2. Rahim yang sangat elastis. 
Hal ini biasanya terjadi karena ibu telah melahirkan beberapa anak sebelumnya, sehingga rahim sangat elastis dan membuat janin berpeluang besar untuk berputar hingga minggu ke-37 dan seterusnya.

3. Hamil kembar. 
Adanya lebih dari satu janin dalam rahim menyebabkan terjadinya perebutan tempat. Setiap janin berusaha mencari tempat yang nyaman, sehingga ada kemungkinan bagian tubuh yang lebih besar (yakni bokong janin) berada di bagian bawah rahim.

4. Hidramnion (kembar air). 
Volume air ketuban yang melebihi normal menyebabkan janin lebih leluasa bergerak walau sudah memasuki trimester ketiga.

5. Hidrosefalus. 
Besarnya ukuran kepala akibat kelebihan cairan (hidrosefalus) membuat janin mencari tempat yang lebih luas, yakni di bagian atas rahim.


6. Plasenta previa. 
Plasenta yang menutupi jalan lahir dapat mengurangi luas ruangan dalam rahim. Akibatnya, janin berusaha mencari tempat yang lebih luas yakni di bagian atas rahim.

7. Panggul sempit. 
Sempitnya ruang panggul mendorong janin mengubah posisinya menjadi sungsang.


8. Kelainan bawaan. 
Jika bagian bawah rahim lebih besar daripada bagian atasnya, maka janin cenderung mengubah posisinya menjadi sungsang.

Letak yang salah itulah yang dapat menimbulkan masalah saat ibu harus menjalani persalinan. Dan berbeda dengan persalinan normal, pada persalinan sungsang dibatasi waktu. Begitu badan bayi sudah keluar, kepalanya harus dikeluarkan 4 menit kemudian. “Ini perlu dan harus dilakukan demi keselamatan bayi. Sebab, jika terlalu lama, bayi bisa kekurangan oksigen dan dapat menimbulkan kematian,”


Jenis Sungsang


1. Frank Breech/Letak Bokong. 
Letak bokong dengan kedua tungkai kaki terangkat ke atas, kadang kaki sampai menyentuh telinga.

2. Complete Breech/Letak 

Sungsang Sempurna. Letak bokong di mana kedua kaki ada di samping bokong (letak bokong kaki sempurna/lipat kejang). Seakan posisi bayi “jongkok” dengan bokong di atas mulut rahim, lutut terangkat ke perut.

3. Incomplete Breech/Singel Footling Breech. 

Bila satu kaki di atas dan kaki yang lainnya di bawah, dalam dunia kedokteran disebut presentasi bokong kaki. Tetapi, kasus letak sungsang jenis ini jarang ditemui.

Multiparitas

Selain dapat terjadi secara fisiologis atau normal, sungsang dapat juga disebabkan oleh penyebab lain, diantaranya adalah :

  1. Kelainan dari rahim, sebut saja terdapat sekat pada rahim, bisa juga karena rahim bentuknya menyerupai angka 7
  2. Ada miom dalam rahim yang mendesak
  3. Adanya lilitan tali pusat sehingga bayi tidak bisa memutar
  4. Placenta previa, yakni placenta yang menutupi jalan lahir
  5. Kepala bayi yang terlampau besar (hidrosefalus)
  6. Ukuran bayi lebih besar daripada panggul ibu
  7. Kehamilan bayi kembar
  8. Multiparitas, seperti kehamilan anak ke-2,3,4, dst.

Kongres Dokter kandungan Amerika dan Ginekologis mengatakan kelahiran bayi sungsang lebih umum terjadi, bila :

  1. Si ibu telah hamil sebelumnya atau ini bukan kelahiran anak pertamanya.
  2. Si ibu mengandung lebih dari satu janin.
  3. Sang ibu memiliki cairan ketuban terlalu banyak atau terlalu sedikit di dalam rahim.
  4. Sang ibu memiliki kelainan pada bentuk rahim atau pertumbuhan yang tidak biasa seperti fibroid.
  5. Plasenta ibu hamil secara keseluruhan atau sebagian menghalangi pembukaan rahim. Kondisi seperti ini disebut plasenta previa.
  6. Bayi prematur.


Jika tidak terdapat faktor risiko seperti yang disebutkan di atas, maka kondisi sungsang dianggap sebagai sesuatu yang normal. Artinya, diyakini dapat diupayakan untuk dilakukan pengoreksian.

Cara sederhana yang bisa Anda lakukan adalah dengan melakukan posisi sujud. “Pada kehamilan 7-8 bulan koreksi dilakukan dengan cara ibu berada dalam posisi sujud atau knee-chest position. Lakukan antara 5-10 menit sebanyak 2 kali sehari. Diharapkan dengan rutin melakukannya, bayi akan memutar ke posisi yang seharusnya”.

Biasanya para ibu yang janinnya berposisi sungsang, dianjurkan untuk melakukan posisi bersujud, dengan posisi perut seakan-akan menggantung ke bawah. Bila posisi ini dilakukan dengan baik dan teratur, kemungkinan besar bayi yang sungsang dapat kembali ke posisi normal. “Kemungkinannya kembali ke posisi normal, berkisar sekitar 92 persen. Dan posisi bersujud ini tidak berbahaya karena secara alamiah memberi ruangan pada bayi untuk berputar kembali ke posisi normal

Hanya saja, ia mengingatkan bahwa posisi tersebut dapat membuat ibu merasa tidak nyaman atau sesak jika dilakukan terlalu lama. Sarannya, berhentilah dulu setiap Anda mulai merasa tidak nyaman. Jangan dipaksakan. Jika Anda sudah merasa lebih baik, sujud dapat dilakukan lagi.

Lantas, bagaimana jika setelah rutin melakukan sujud si mungil tetap berada dalam kondisi sungsang? Dokter dapat melakukan tindakan koreksi dari luar dengan cara memutar janin hingga pada posisi yang seharusnya. Namun, untuk melakukan tindakan ini ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi, seperti :

1. Tidak ada lilitan tali pusat pada leher bayi
2. Tidak ada kondisi hidrosefalus
3. Tidak ada placenta previa
4. Tidak ada miom
5. Ukuran bayi tidak lebih besar daripada panggul ibu


Bagaimana Cara Mendeteksi Sungsang ?

1. Letak janin sungsang sudah bisa diketahui saat kehamilan berusia tua. 
Caranya dengan perabaan luar melalui perut. Cara ini dilakukan oleh dokter atau bidan. Nah, bayi akan diduga sungsang bila bagian yang paling keras dan besar berada di kutub atas. Karena seperti kita tahu, kepala merupakan bagian terbesar dan terkeras dari janin.

2. Melakukan perabaan perut bagian luar. 
Cara ini dilakukan oleh dokter atau bidan. Janin akan diduga sungsang bila bagian yang paling keras dan besar berada di kutub atas perut. Perlu diketahui bahwa kepala merupakan bagian terbesar dan terkeras dari janin.

3. Melalui pemeriksaan bagian dalam menggunakan jari. 
Cara ini pun hanya bisa dilakukan oleh dokter atau bidan. Bila di bagian panggul ibu lunak dan bagian atas keras, berarti bayinya sungsang.

4. Cara lain adalah dengan ultrasonografi (USG).

Tindakan apa yang harus dilakukan?

Selain upaya yang dilakukan dokter, maka Anda pun bisa mengupayakan sendiri agar janin kembali ke posisi semula.

1. Anda dianjurkan untuk melakukan posisi bersujud (knee chest position), dengan posisi perut seakan-akan menggantung ke bawah. 
Cara ini harus rutin dilakukan setiap hari sebanyak 2 kali, misalnya pagi dan sore. Masing-masing selama 10 menit. Bila posisi ini dilakukan dengan baik dan teratur, kemungkinan besar bayi yang sungsang dapat kembali ke posisi normal. Kemungkinan janin akan kembali ke posisi normal, berkisar sekitar 92 persen. Dan posisi bersujud ini tidak berbahaya karena secara alamiah memberi ruangan pada bayi untuk berputar kembali ke posisi normal.

2. Usaha lain yang dapat dilakukan oleh dokter adalah mengubah letak janin sungsang menjadi normal dengan cara externalcephalic versin/ECV. 
Metode ini adalah mengubah posisi janin dari luar tubuh sang ibu. Cara ini dilakukan saat kandungan mulai memasuki usia 34 minggu. Sayangnya, cara ini menimbulkan rasa sakit bahkan kematian janin, akibat kekurangan suplai oksigen ke otaknya.

Jangan Memaksa dan Tahu ResikoSetiap ibu dipastikan menginginkan persalinan normal, hanya saja jika sudah tiba saatnya si kecil lahir posisinya masih sungsang, walau persalinan per vaginal bisa diusahakan tetap terdapat beberapa risiko, seperti :

1. Waktu sangat singkat. 
ada persalinan normal (posisi kepala bayi ke luar lebih dulu) waktu yang dibutuhkan untuk mengeluarkan kepala hingga seluruh tubuhnya bisa hingga 2 jam. Sementara, pada persalinan sungsang (posisi bokong bayi ke luar lebih dulu) hingga keseluruhan badannya, waktu yang tersedia hanya 8 menit. Pasalnya, begitu bokongnya ke luar, tali pusat akan terjepit –tertekan dengan kepala—karena kepala sudah masuk panggul. “Nah, kapasitas oksigen yang dimiliki bayi hanya cukup untuk 8 menit. Lebih dari itu, ia akan meninggal”.

2. Dikhawatirkan dapat menyebabkan perdarahan otak karena dalam waktu singkat terjadi dekompresi.
Pada persalinan normal, kepala bayi akan beradaptasi mengikuti jalan lahir sedangkan pada persalinan sungsang kepala bayi tidak memiliki waktu untuk beradaptasi.

3. Jika bokong bayi ke luar lebih dulu, proses melahirkan benar-benar mengandalkan tenaga ibu sepenuhnya, dan bayi bisa terjepit di jalan lahir. 
Pada persalinan normal, jika dalam proses melahirkan Anda merasa kelelahan maka dokter dapat membantu dengan melakukan tindakan vakum atau bayi ditarik dengan forcep.

Dengan sejumlah risiko seperti yang telah dituturkan di atas, itulah mengapa banyak pasangan yang memilih jalan caesar. Bagaimana dengan Anda?

Apa Yang Terjadi Saat Persalinan ?Posisi janin sungsang tentunya dapat memengaruhi proses persalinan. Proses persalinan yang salah, jelas menimbulkan risiko, seperti janin mengalami pundak patah atau saraf di bagian pundak tertarik (akibat salah posisi saat menarik bagian tangannya ke luar), perdarahan otak (akibat kepalanya terjepit dalam waktu yang lama), patah paha (akibat salah saat menarik paha ke luar), dan lain-lain. Untuk itu biasanya dokter menggunakan partograf, alat untuk memantau kemajuan persalinan. Jika persalinan dinilai berjalan lambat, maka harus segera dilakukan operasi bedah sesar.

Kendati letak bayi sungsang, persalinan pervaginam masih tetap bisa dilakukan. Yang jelas, persalinan sungsang dipengaruhi beberapa faktor.

  1. Bila berat bayi di atas 3,5 kg, dokter akan cenderung memilih operasi caesar. Cara ini dipilih untuk menghindari cedera pada otot leher bayi yang mungkin saja tersangkut dan tertarik saat persalinan normal.
  2. Jika sungsang terjadi pada anak pertama, persalinan disarankan melalui caesar. Karena panggul ibu belum pernah melahirkan, tidak bisa dicoba-coba untuk melahirkan dengan cara normal karena dapat mengakibatkan cedera.
  3. Pada janin normal, posisi kepala yang baik yaitu menunduk seperti menghadap ke bawah. Tapi, ada kemungkinan posisi kepala janin seperti posisi “militer”, yaitu tegak menghadap ke depan (layaknya prajurit siap siaga). Pada janin sungsang, bila dipaksakan keluar dapat mematahkan tulang punggung yang paling atas dan dapat mengakibatkan radang otak. Sebab itulah sebaiknya persalinan pun dilakukan dengan jalan caesar.

http://www.korandewasa.com/2011/12/apa-itu-hamil-sungsang-yuk-pelajari.html
01.01 | 0 komentar | Read More

(Harus Kita Fahami ) Tentang 8 Hal Kemampuan Menakjubkan Dari Bayi Kita

Written By khoiron h on 8 Jul 2011 | 07.25


Bayi mungkin kecil dan tidak dapat bercakap-cakap dengan orang dewasa, tetapi bayi membuktikan bahwa mereka memiliki kepintaran dan kemampuan otak yang luar biasa. Setidaknya ada 8 kemampuan mengagumkan dari otak bayi. Apa saja?

Berikut 8 kemampuan otak bayi yang mengagumkan, seperti dilansir Livescience, Kamis (30/6/2011):

1. Tahu siapa yang menjadi bos

Sejak usia 10 bulan, bayi sudah bisa memahami hierarki sosial. Ketika ditunjukkan adegan kartun yang menampil sosok bertubuh besar dan kecil yang sedang berinteraksi, bayi akan mengerti bahwa sosok yang besar adalah bos.

Temuan ini telah diterbitkan pada Januari 2011 di jurnal Science, yang menunjukkan bahwa bayi memahami hierarki sosial dan tahu ukuran yang dapat menentukan siapa yang bertanggung jawab.


2. Mengerti mood dan emosi

Meski bayi belum bisa berbicara, ia akan tahu ketika Anda merasa sedih. Bayi usia 5 bulan dapat akurat membedakan nada suara optimis dan suram, menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Neuron tahun 2010.

3. Terlahir untuk menari

Berbicara tentang musik, bayi tidak bisa menolaknya. Telinga mereka tak hanya disetel dengan ketukan, bayi sebenarnya juga bisa menari dengan birama, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan pada jurnal Proceeding of National Academy of Sciences tahun 2010.Bayi-bayi mengerakan lengan, tangan, kaki, torso dan kepala lebih banyak dalam menanggapi musik daripada berbicara.

4. Cerminan tindakan orang lain

Tak mengherankan bila Anda melihat sesuatu yang luar biasa di mata bayi. Bayi dapat meniru tindakan yang Anda lakukan, karena menurut studi yang diterbitkan Biology Letters tahun 2009, peneliti menemukan daerah motor yang aktif pada usia 9 bulan adalah yang berperan sebagai neuron cermin.

5. Belajar dengan cepat saat tidur

Bayi ternyata dapat belajar bahkan saat tidur, menurut jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences, 2010. Dalam percobaan dengan 26 bayi tidur, ilmuwan memainkan nada musik diikuti oleh hembusan udara ke mata mereka 200 kali selama setengah jam. 124 elektroda menempel pada kulit kepala dan wajah bayi untuk merekam aktivitas otak selama percobaan.

Hasilnya, bayi-bayi dengan cepat belajar untuk mengantisipasi hembusan udara setelah mendengar nada, menunjukkan peningkatan empat kali lipat rata-rata dalam kemungkinan pengetatan kelopak mata dalam merespons suara pada akhir setiap sesi.


6. Seperti sangat mahir matematika

Bayi bisa membedakan antara dua dan tiga, menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Proceeding of National Academy of Sciences tahun 2006.

7. Bayi dengan mudah mempelajari bahasa di dunia

"Bayi yang baru lahir dapat dikatakan 'cerdas' karena mereka memiliki kemampuan untuk hampir dengan mudah mempelajari semua bahasa di dunia," kata psikolog George Hollich dari Purdue University.

Beberapa penelitian menunjukkan bayi mulai memahami tata bahasa, pengolahan tata bahasa dan kata-kata secara bersamaan pada usia 15 bulan.

8. Memahami emosi anjing

Bahkan sebelum bayi dapat mengatakan 'mama' dan 'papa', bayi dapat menguraikan emosi anjing. Sebuah studi 2009 menunjukkan bahwa bayi usia 6 bulan bisa menyamai suara marah membentak atau ramah dengan hanya ditunjukkan foto-foto anjing dengan bahasa tubuh yang sesuai. Studi ini dipublikasikan dalam jurnal Developmental Psychology.

Sumber : detik.com
danishmubarok.blogspot.com
07.25 | 0 komentar | Read More

Dampak Buruk Penggunaan Babywalker Pada Bayi



Sebagai orang tua, tentunya sangat bahagia melihat bayi Anda tumbuh dengan sehat. Apalagi ketika si bayi mulai memasuki fase belajar berjalan. Lelah dalam menjaga ? Tentu saja ! Karena butuh penjagaan ekstra saat tahap ini mulai memasuki kehidupan si bayi. Pastinya ada diantara para orang tua yang merasa fase ini agak menggangu kegiatan, dan akhirnya memutuskan untuk memakai baby walker, kepraktisannya seringkali menjadi pilihan untuk membantu bayinya belajar berjalan, ibu bisa sambil melakukan pekerjaan rumah dan si bayi dapat sekaligus belajar berjalan. Namun, benarkah baby walker efektif untuk bayi yang belajar berjalan ?

Kecelakaan Bayi Karena Babywalker

Menurut penelitian di Amerika Serikat, terdapat sekitar 14.000 kasus bayi masuk rumah sakit yang diakibatkan oleh kecelakaan saat menggunakan baby walker. Penyebabnya bermacam, seperti : si bayi yang suka bereksplorasi ke setiap sudut ruangan rumah termasuk tempat - tempat yang berbahaya, komposisi roda yang tidak stabil dan cenderung tidak mendukung keamanan, komposisi rangka yang kurang kokoh.

Selain itu, tentunya bayi pun belum bisa mengenal situasi lingkungan, belum bisa membedakan mana permukaan curam atau landai, tangga atau lantai. Apalagi jika rumah Anda memiliki desain ruangan yang tidak aman untuk bayi, bukan tidak mungkin saat bayi duduk dalam baby walker dapat menyebabkan kecelakaan. Ketika duduk dalam baby walker, bayi dapat meraih benda - benda yang membahayakan dirinya seperti benda panas atau benda tajam, seperti : secangkir kopi panas di atas meja makan, meraih gunting, pisau atau garpu. Kecelakaan umum yang sering terjadi adalah kaki bayi bisa terjepit atau terkilir saat melewati permukaan bercelah atau jari tangan terjepit celah pintu.

Apakah Lebih Besar Manfaat Menggunakan Babywalker Daripada Kerugiannya?

Beberapa ahli berpendapat, pengunaan baby walker dari sisi medis pun sebenarnya tidak cukup bermanfaat malah cenderung merugikan karena aktivitas motorik yang terjadi saat anak menggunakan baby walker hanya melibatkan sebagian serabut motorik otot saja yaitu otot - otot betis. Padahal untuk bisa berjalan dengan lancar dan benar fungsi otot paha dan otot pinggul juga perlu dilatih. Kemampuan berjalan merupakan gerakan yang dihasilkan koordinasi otot - otot besar, bila proses pelatihan tidak benar, bayi jadi lambat berjalan. Sebaliknya, semakin intensif dan tepat simulasi fisiknya serta dibarengi asupan gizi seimbang, mungkin saja di usia 9 - 10 bulan, bayi sudah bisa berjalan.

Pengunaan baby walker bahkan dicurigai bisa mengakibatkan kelainan pada kaki bayi. Ini disebabkan karena bayi duduk sambil mengangkang dalam baby walker, yang bisa menyebabkan kelainan tulang paha. Berdasarkan kenyataan ini, banyak ahli menduga penggunaan baby walker dapat menyebabkan anak berjalan seperti bebek alias mengangkang. Terbiasa berjalan dengan baby walker pun dapat menimbulkan kelemahan otot - otot tungkai.

Alternatif Lain Cara Melatih Bayi Berjalan

Dibanding baby walker, lebih disarankan agar bayi diajak berenang. Dengan begitu, semua otot tubuh bergerak mulai dari otot kaki, lengan dan leher. Kalau pun tidak, latih bayi Anda dengan cara mentitah karena 100% dapat melatih otot serabut motoriknya. Sebaiknya latihan berjalan pun dilakukan dengan telanjang kaki karena membantu melatih jari - jari kaki lebih terkoordinasi. Hindari lantai licin yang dapat membuat bayi Anda terpeleset, yang akhirnya membuat anak trauma dan takut berjalan.

Jadi sebenarnya lebih menguntungkan kalau Anda memakai cara alami dalam mengajarkan anak berjalan daripada memakai alat penunjang. Meskipun anak Anda harus sering terjatuh, anggaplah hal ini sebagai pelajaran dari pengalamannya sendiri.


danishmubarok.blogspot.com
07.00 | 0 komentar | Read More

Penyebab Anak Menjadi Alergi Pada Susu Sapi

Saat si bayi membutuhkan asupan susu yang amat tinggi terkadang ada sebagian kaum ibu yang beranggapan kalau tidak apa-apa mengganti asupan susu ASI dengan susu formula. Tetapi Air susu ibu (ASI) merupakan makanan terbaik bagi bayi. Namun, pada kondisi tertentu ibu tak bisa memproduksi ASI sehingga bayi membutuhkan susu formula untuk memenuhi asupan gizi.

Dengan banyaknya bayi dan anak berusia di bawah lima tahun (balita) yang mengonsumsi susu formula, alergi susu sapi pun jadi kasus yang sering dijumpai. Sekitar 2 hingga 7,5 persen balita mengalami alergi susu sapi. Apabila tak segera ditangani, alergi ini bisa mengganggu tumbuh kembang anak.

“Alergi bisa ditekan, namun tidak bisa dihilangkan sama sekali. Dan, alergi susu bukan penghalang pertumbuhan anak jika dilakukan penanganan yang tepat,” kata Dr. Zakiudin Munasir, Sp. A (K), Ketua Divisi Alergi Imunologi, Bagian Ilmu Kesehatan Anak FKUI/RSCM di Jakarta Rabu 27 April 2011.


Penyebab Alergi Susu Sapi Pada Anak

Alergi susu sapi bisa terjadi karena anak sensitif terhadap komponen protein susu sapi atau pada proses pembuatan susu tersebut. Tubuh sensiitif dan protein susu dianggap musuh. Jika tubuh merasa dimusuhi, maka tubuh akan mulai bereaksi berupa alergi.

Protein susu sapi juga bisa menjadi masalah bagi kekebalan tubuh yang rendah. Selain itu, juga terjadi akibat saluran cerna anak yang belum berfungsi sempurna. Sehingga, protein susu sapi belum dapat dicerna atau dipecah dengan baik dalam tubuh.

Pada anak-anak yang hipersensitif, protein tersebut bisa memicu terbentuknya zat antibodi yang disebut immunoglobulin E (IgE). Antibodi IgE ini, menyebabkan pelepasan histamin, zat yang menimbulkan berbagai reaksi alergi dalam tubuh.

Gejala alergi Susu Pada Anak

Gejala klinis akan muncul dalam satu jam (reaksi cepat) atau setelah satu jam (reaksi lambat) setelah mengonsumsi protein susu sapi. Untuk itu kenali gejalanya, dan segera pergi ke dokter untuk mendapatkan saran yang tepat cara penanganan alergi susu sapi.

Gejala alergi susu sapi sangat beragam, mulai dari kulit kemerahan, gatal, bengkak dan eksim. Bisa juga mengganggu sistem pencernaan yang mengakibatkan rasa mual, muntah, diare dan sakit perut. Alergi juga dapat terjadi pada saluran pernapasan seperti batuk pilek berulang, sesak napas dan asma.

“Gejala alergi susu terkadang bisa muncul satu minggu setelah dikonsumsi,” kata Dr. Zakiudin.

Pada beberapa tahun terakhir, terjadi peningkatan kejadian alergi susu sapi pada bayi dan anak dengan kasus yang bervariasi, dari ringan sampai berat. Perlu diketahui, reaksi alergi terhadap susu sapi masih mungkin terjadi pada 0,5 persen bayi yang mendapat ASI ekslusif.

Pemicu alergi susu sapi pada bayi adalah salah satu hal yang mesti diketahui oleh anda para kaum ibu, agar pemahaman anda bertambah luas dan semakin memahami dunia si buah hati. Jangan lupa baca juga artikel tentang Tips kesehatan terbaru, dan Tips kesehatan terbaru 2011.

danishmubarok.blogspot.com
06.52 | 0 komentar | Read More